Medan, 9 Agustus 2025 — “Jika sekarang anda dipanggil Tuhan, apakah anda yakin masuk surga?” ini menjadi pertanyaan diagnostik yang disampaikan pelatih kepada peserta yang hadir. Pertanyaan ini sederhana namun menusuk. Hal ini menjadi salah satu pintu masuk yang membuka hati para peserta dari GBKP Runggun Km.8 Padang Bulang Medan dalam mengikuti pelatihan Evangelism Explosion (EE) “Share It” di gedung GBKP Km.8 Padang Bulan Medan.

Pelatihan yang dilaksanakan dalam dua sesi ini dimulai pada Sabtu, 9 Agustus 2025. Dihadiri 28 orang peserta pada pertemuan pertama, dan pada pertemuan kedua akan dilaksanakan pada Sabtu, 23 Agustus 2025. Sebuah program pembekalan penginjilan yang dirancang untuk membekali setiap orang percaya agar mampu membagikan injil dengan sederhana, jelas, terstruktur, alami dan percaya diri.

Pelatihan dengan metode EE “Share It” mengajarkan bahwa inti penginjilan dapat disampaikan dengan jelas melalui kerangka AMAKI (Anugerah, Manusia, Allah, Kristus, dan Iman). Amaki menjadi poin utama dalam pembahasan pada pertemuan pertama. Kelima narasumber yakni, Pdt. Simon Siahaan, Pdt. Manat Simbolon, Ibu Pdt. Yosephien Simatauw, Ibu Mince Tampubolon dan Ibu Naema Siringo seakan mematenkan bahwa penginjil harus paham betul tentang konsep Amaki.

Pendeta Manat Simbolon misalnya, menjelaskan bahwa anugerah merupakan keselamatan yang diberikan Allah kepada manusia secara cuma-cuma. Tak ada nilai jual beli dalam sebuah anugerah yang diberikan Tuhan. Pendeta Manat juga mengungkapkan bahwa konsep dasar sebagai penginjil yakni memperlengkapi orang lain sehingga terjadi multiplikasi.

“Kita sebagai penginjil janganlah bekerja sendirian, tapi secara teamwork, sangat baik jika antara suami dan istri bisa ikut menjadi penginjil. Seperti yang diungkapkan Martin Luther bahwa, dia butuh injil setiap hari sebagai upgrade. Jadi tidak puas dengan pengetahuannya,” ungkap Manat

Dalam penyampaiannya, Pendeta Manat juga mengutip beberapa ayat alkitab seperti Kisah Para Rasul 1:8 yang mengatakan bahwa setiap orang kristen adalah saksi Kristus. Beliau juga mengungkapkan bahwa penginjilan adalah perintah. “Kita sebagai saksi kristus, siap tidak siap harus berjalan membuat contoh melakukan penginjilan terhadap sekeliling kita,” ungkap Pendeta Manat.

Selanjutnya Naima Siringo-ringo, pada penjelasannya lebih melakukan penekanan pada kerangka pemahaman penginjilan, “ada 4 langkah dalam melakukan penginjilan dalam metode EE salah satunya Adalah persahabatan, penjelasan injil, penyerahan diri dan tindak lanjut langsung,” ungkap Naima yang merupakan jemaat dari gereja HKBP Perumnas Simalingkar.

Tak hanya sampai disitu, narasumber lainnya Yoshepien Simatauw mengungkapkan bahwa penginjilan bisa dikatakan sukses jika dapat terhubung dengan kawan bicara. Hal ini bukan perkara yang sulit, tapi jika sudah terbiasa maka akan berjalan dengan baik. “Ada beberapa langkah praktis saat kita memulai percakapan, diantaranya mulailah dengan menyapa terlebih dahulu, setelah nyambung maka pilih topik pembicaraan yang terkait dengan kehidupan, selanjutnya arahkan pembicaraan kepada injil,” ungkap wanita yang kerap disapa kak Yos.

Kerangka penginjilan AMAKI menjadi poin penting dalam rangkain pelatihan ini. Anugerah dinilai sebagai keselamatan yang diberikan Allah secara cuma-cuma. Manusia dianggap sebagai pribadi yang telah dipenuhi dosa dan tidak mampu menyelamatkan dirinya sendiri meskipun dengan berbagai cara. Sementara Allah dalam konsep ini merupakan sang pencipta yang penuh dengan keadilan dan kasih, Kristus merupakan jalan satu-satunya untuk menuju keselamatan. Tidak ada seorangpun yang akan selamat jika tidak melalui anakNya yakni Yesus Kristus dan yang terakhir Iman dinilai sebagai keselamatan.

Selain materi yang disampaikan melalui pelatih, peserta juga diajak untuk langsung melakukan praktek komunikasi. Memulai percakapan rohani, salah satunya dengan pertanyaan diagnostik. Pertanyaan yang disampaikan di pelatihan dan menjadi momen refleksi mendalam yakni, “Saat hari ini kita dipanggil Tuhan, apakah kita yakin masuk surga?”

Fasilitator pelatihan menekankan bahwa pertanyaan ini bukan untuk menghakimi, tetapi untuk membuka pintu diskusi yang jujur tentang keyakinan iman. Dari sana, injil disampaikan melalui empat langkah penginjilan EE yaitu  membangun hubungan persahabatan dan suasana nyaman, mengarahkan percakapan pada hal rohani, menyampaikan kabar baik dengan sistematis dan mendorong respon iman dan pembinaan lanjutan. Keempat hal ini yang membuat peserta menjadi semakin matang dalam melakukan penginjilan.

“Pelatihan ini membuat saya lebih berani untuk menginjili, karena sekarang saya tahu caranya. Tidak hanya teori, kami langsung praktek, tak usah dulu jauh-jauh ke masyarakat luas pada umumnya, di lingkungan rumah saja dulu, ada istri dan anak-anak yang siap untuk diberikan penginjilan” ujar salah satu peserta dengan wajah sumringah

Pertemuan kedua pada 23 Agustus 2025 nanti akan difokuskan pada praktek lapangan, evaluasi, dan mendorong peserta untuk menjadi pelatih bagi jemaat lain. Harapannya, dengan pelatihan EE ini dapat semakin nyata dan dipraktekkan di tengah-tengah pelayanan GBKP runggun Km.8 Medan.

(Penulis : Dk. Kadri Boy Tarigan)

Klik untuk melihat Galeri foto