Medan, 6 Juli 2025 — Sekitar 1300 jemaat GBKP Runggun Km.8 Medan merayakan pesta kerja rani yang dilaksanakan di Balai Sibayak 2, Jalan Jamin Ginting Medan, Minggu pagi hingga sore. Jemaat dari 28 terpuk dan kelompok 15 berkumpul dalam sukacita iman untuk merayakan Pesta Kerja Rani tahun 2025. Tak sekadar seremoni tahunan, kerja rani tahun ini menjadi catatan Sejarah. Total dana yang berhasil dikumpulkan tembus Rp 510.745.000, meningkat signifikan sebesar 14,18% dari capaian tahun sebelumnya yakni Rp 447.312.000.
Jumlah tersebut terkumpul dari 858 Kepala Keluarga yang tergabung dalam struktur jemaat GBKP Km.8 Medan. Jika dirata-ratakan, setiap KK memberi persembahan kerja rani sebesar Rp 595.274. Angka ini menunjukkan bukan hanya kemampuan ekonomi jemaat, tetapi juga kesadaran rohani dan semangat kolektif untuk terus membangun gereja dalam iman dan budaya.
Acara dimulai sejak pagi dengan pembukaan ibadah minggu yang penuh khidmat. Pendeta Arapen Perangin-angin yang juga menjabat sebagai Ketua Badan Pekerja Majelis Runggun (BPMR), memimpin langsung kebaktian. Dalam kotbahnya, beliau menekankan bahwa kerja rani bukanlah sebatas kegiatan seremonial, tetapi wujud nyata dari pelayanan yang dilandasi kasih, tanggung jawab, dan budaya yang mengakar dalam tradisi masyarakat karo.
Usai ibadah, suasana berubah menjadi meriah. Seluruh perwakilan dari masing-masing terpuk secara berpasangan (suami-istri) satu per satu maju ke depan, mempersembahkan luah berupa parsel buah hasil bumi yang telah disusun dengan sangat kreatif. Tak hanya buah-buahan lokal, buah import juga mewarnai keranjang parsel seperti buah apel, anggur, pir, dan jeruk. Parcel buah ini selanjutnya dijual kembali kepada jemaat sebagai bentuk persembahan dan solidaritas ekonomi.
Sambutan hangat disampaikan Pendeta Arapen yang mengapresiasi seluruh panitia dan jemaat atas terselenggaranya acara dengan baik. “Saya sangat bersyukur melihat kerja keras panitia dan semangat semua jemaat. Ini patut kita apresiasi karena pelayanan ini sangat luar biasa” ujarnya disambut dengan tepuk tangan.
Sementara itu, Ketua Panitia, Pt. Raheliya br Ginting, dalam sambutannya menegaskan bahwa meskipun persiapan acara tergolong sangat singkat dan sempat diwarnai berbagai tantangan internal, namun seluruh panitia tetap berkomitmen menyelesaikan tugas dengan sepenuh hati. “Kami diberi waktu oleh BPMR sangat singkat. Sekitar sebulan saja untuk mempersiapkan ini semua. Tapi kami percaya, ketika semuanya dikerjakan dengan ketulusan dan doa, Tuhan sendiri yang menyempurnakannya,” ungkapnya disambut haru jemaat.
Kemeriahan semakin terasa saat lucky draw digelar. Puluhan hadiah menarik dibagikan, mulai dari setrika, kipas angin, rice cooker, hingga hadiah utama berupa kulkas satu pintu. Jemaat dari berbagai kategorial, mulai dari anak-anak hingga saitun, tampak antusias menanti nomor undiannya dipanggil. Tak hanya itu, keceriaan juga bertambah saat Adinda Br Tarigan, penyanyi muda berbakat, tampil membawakan lagu-lagu daerah Karo dengan penuh semangat, mengundang para jemaat untuk ikut bergoyang bersama.
Yang paling menyentuh, kehadiran anak-anak panti asuhan yang diundang secara khusus oleh BPMR dan panitia. Mereka hadir tidak hanya sebagai tamu, tetapi juga turut mempersembahkan pujian dan nyanyian rohani, memperlihatkan bahwa kerja rani juga menjadi wadah berbagi kasih kepada sesama yang membutuhkan. Momen ini menjadi refleksi mendalam bagi jemaat: bahwa kerja rani sejatinya adalah tentang pelayanan lintas batas, bukan hanya untuk gereja, tapi juga masyarakat luas.
Sebagai penutup, seluruh terpuk, mulai dari terpuk 1 hingga kelompok 15, tampil bergantian dalam sesi tari massal (landek). Iringan musik Karo dan sorak sorai jemaat menciptakan suasana hangat dan persaudaraan yang mendalam. Panitia menyusun sesi ini sebagai bentuk ekspresi sukacita atas keberhasilan acara dan pelestarian budaya di tengah kehidupan bergereja.
Melalui Kerja Rani 2025 ini, GBKP Runggun Km.8 Medan sekali lagi menunjukkan bahwa gereja bukan hanya tempat ibadah, tetapi pusat komunitas yang aktif, dinamis, penuh semangat, dan berdampak dalam iman, budaya, dan aksi nyata. Sebuah harmoni pelayanan yang layak menjadi inspirasi gereja-gereja lain di Indonesia.
Penulis : Dk. Kadri Boy Tarigan
Album Foto (Dokumentasi)
Lihat juga Sosial Media GBKP Km.8