Medan, 13 April 2025 – Kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab utama kematian pada perempuan di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan WHO, setiap tahunnya terdapat lebih dari 30 ribu kasus baru kanker serviks di Indonesia, dengan mayoritas ditemukan pada stadium lanjut. Namun, berita baiknya, kanker serviks sebenarnya dapat dicegah dan dideteksi lebih dini melalui tes sederhana, yakni IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat).
Penelitian yang dilakukan oleh berbagai institusi kesehatan, termasuk WHO dan Kemenkes RI, menunjukkan bahwa tes IVA memiliki sensitivitas yang cukup tinggi untuk mendeteksi lesi prakanker serviks. Metode ini memanfaatkan larutan asam asetat (sejenis cuka) yang dioleskan pada leher rahim. Bila terdapat sel abnormal, akan terlihat bercak putih yang bisa langsung diidentifikasi oleh tenaga medis terlatih.
Salah satu keunggulan tes IVA adalah kemudahannya. Murah, tidak memerlukan alat canggih, dan hasilnya bisa langsung diketahui dalam hitungan menit. Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Global Oncology tahun 2023 bahkan menunjukkan bahwa program skrining dengan IVA dapat menurunkan angka kejadian kanker serviks hingga 25% di daerah dengan keterbatasan akses layanan kesehatan.
Dengan kesadaran akan kesehatan dan penuh kepedulian, Panitia Paskah dari Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Runggun Km.8 Medan menggelar aksi sosial berupa pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) gratis bagi perempuan, sebagai bentuk nyata perhatian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya kaum perempuan.
Kegiatan yang dimulai pukul 10.00 WIB pagi di Praktek Bidan Manurung, Jl. Parang II, Medan ini berhasil menarik perhatian belasan moria dari dari beberapa sektor yang ada di runggun GBKP Km.8 Medan. Mereka tampak antusias mengikuti pemeriksaan yang bertujuan untuk mendeteksi secara dini kemungkinan gejala kanker serviks, penyakit yang kerap dijuluki sebagai “silent killer” bagi kaum perempuan tentunya dengan pendampingan tenaga medis yang profesional.
“Ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga tentang kasih dan kepedulian sesama,” ungkap Dk. Susantina Br Karo, salah satu panitia aksi sosial Paskah. “Kami ingin perayaan Paskah tidak hanya berhenti di gereja, tapi juga hadir dalam kehidupan nyata masyarakat.” tambahnya.
Bekerja sama dengan tenaga medis di praktik Bidan Manurung, pemeriksaan dilakukan secara profesional dengan tetap menjaga privasi dan kenyamanan peserta. Sebelum pemeriksaan, peserta diberikan edukasi singkat mengenai kanker serviks, cara penularannya, serta pentingnya deteksi dini.
Tes IVA sendiri merupakan metode sederhana dan murah untuk mendeteksi adanya perubahan sel serviks yang bisa mengarah pada kanker. Meski sederhana, metode ini terbukti efektif jika dilakukan secara rutin.
Salah satu peserta, mengaku baru pertama kali mengikuti tes ini. “Awalnya saya takut, tapi setelah dijelaskan, saya jadi merasa ini sangat penting. Terima kasih untuk panitia yang sudah peduli,” katanya.
Dengan kegiatan ini, panitia Paskah GBKP Runggun Km.8 ingin menyampaikan pesan bahwa iman yang hidup harus diwujudkan dalam tindakan nyata termasuk menjaga kesehatan diri sendiri dan komunitas. (Multimedia/Dk. Kadri Boy Tarigan)